Bagi calon jemaah dan pelancong di Makassar, kartu kuning (ICV) adalah salah satu dokumen yang wajib disiapkan. Kabar baiknya, mengurusnya tidak serumit yang dibayangkan — asalkan Anda tahu urutannya dan datang dengan persiapan yang benar.
Langkah demi langkah
- Tentukan vaksin yang dibutuhkan. Untuk umrah/haji: meningitis ACWY. Untuk rute ke kawasan endemis: yellow fever. Lihat panduan vaksin umrah.
- Pilih fasilitas yang berwenang. Pastikan tempatnya dapat menerbitkan ICV resmi — lihat tempat vaksin internasional di Makassar.
- Daftar. Cek apakah ada pendaftaran daring untuk memangkas antre, dan pastikan ketersediaan vaksin pada jadwal Anda.
- Datang membawa paspor. Data di sertifikat akan dicocokkan dengan paspor, jadi pastikan paspor sudah jadi.
- Pemeriksaan singkat & penyuntikan oleh tenaga kesehatan.
- Terima kartu kuning. Periksa ejaan nama dan nomor paspor sebelum meninggalkan loket.
Persiapan agar selesai sekali datang
- Pastikan paspor sudah terbit sebelum mengurus ICV.
- Datang dalam kondisi sehat; demam menunda penyuntikan.
- Siapkan anggaran sesuai kisaran biaya vaksin meningitis.
- Bawa anak? Cek syarat vaksin umrah untuk anak lebih dulu.
Jangan mepet keberangkatan
Sertifikat ICV baru dianggap aktif sekitar sepuluh hari setelah penyuntikan. Mengurus terlalu dekat dengan hari keberangkatan berisiko membuat sertifikat belum berlaku saat dibutuhkan. Idealnya, urus beberapa minggu sebelumnya.
Setelah kartu kuning di tangan
Simpan ICV bersama paspor dan buat salinan digital. Untuk memahami fungsi dan masa berlakunya, baca apa itu kartu kuning (ICV). Selamat menyiapkan perjalanan Anda.



