| Selamat datang di zona integritas KKP Kelas I Makassar | | Wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani | | Dilarang memberikan suap / gratifikasi dalam bentuk apapun | | Laporkan bila ada permintaan gratifikasi melalui menu WBS pada website ini | | Untuk kemudahan tentang informasi pelayanan KKP Makassar anda dapat mengakses pada menu SIMPEL-TA pada website ini atau whatsapp chatbot di link ini https://wa.link/dkf0b7 | | Wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani | | Selamat datang di zona integritas KKP Kelas I Makassar | | Wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani | | Dilarang memberikan suap / gratifikasi dalam bentuk apapun | | Laporkan bila ada permintaan gratifikasi melalui menu WBS pada website ini | | Untuk kemudahan tentang informasi pelayanan KKP Makassar anda dapat mengakses pada menu SIMPEL-TA pada website ini atau whatsapp chatbot di link ini https://wa.link/dkf0b7 | | Wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani |



WASPADA PENULARAN MONKEYPOX (CACAR MONYET)

Share


Beberapa pekan terakhir, kita dihadapkan dengan munculnya beberapa penyakit menular yang kembali muncul di berbagai negara, Ditengah pandemi Covid-19 yang masih menjadi perhatian serius penanganannya, muncul virus hepatitis akut yang juga perlu mendapat perhatian khusus oleh berbagai elemen dan insan kesehatan di berbagai negara, 


Selama penanganan pandemi Covid-19 dan virus hepatitis akut, merebak penyakit cacar monyet yang juga berbahaya bila terinfeksi atau terkena paparannya, dan bahkan saat ini cacar monyet menjadi isu hangat dan menjadi masalah kesehatan serius penangananya di berbagai negara di dunia selain covid-19 dan virus hepatitis akut, meskipun bukan tergolong penyakit  baru, namun penularan virus cacar monyet di berbagai negara di dunia saat ini cukup mengkhawatirkan.


Cacar monyet sendiri merupakan penyakit infeksi yang di sebabkan Monkeypox (MPXV) yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus, yang mana bagian dari Poxviridae mirip dengan virus penyebab smallpox. Cacar monyet atau Monkeypox adalah termasuk penyakit langka yang di temukan pada tahun 1959 di Denmark ketika dua wabah penyakit seperti cacar terjadi pada koloni kera yang di pelihara untuk penelitian, maka dari situlah penyakit ini diberi nama monkeypox atau cacar monyet.


Kasus cacar monyet pertama pada manusia baru kembali terjadi  11 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah. Sejak saat itu Monkeypox di laporkan di beberapa Negara Afrika Tengah maupun di luar Afrika  dengan kontaminasi lewat perjalanan internasional atau hewan impor di Amerika Serikat, Israil, Singapura dan Inggris.


Berdasarkan data yang dirilis oleh WHO tanggal 4 Juni 2022, saat ini terdapat 780 kasus Monkeypox yang dikonfirmasi laboratorium di 27 negara dan telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi terkait penyebaran virus Monkeypox,  kasus ini meningkat hampir 203 % sejak pertama kali dilaporkan pada tanggal 13 Mei 2022.  


Bagaimana dengan peluang masuknya Monkeypox  di Indonesia ?, mengingat tetangga kita Australia yang telah mengkonfirmasi 3 kasus Monkeypox pada tanggal 21 Mei 2022 mengingat turis dari berbagai negara berkunjung ke daerah – daerah wisata yang ada di Indonesia meskipun sejauh ini belum di temukan kasus Monkeypox di negeri ini, tidak ada salahnya untuk tetap waspada dan saling mengingatkan satu sama lain guna menghindari penyebaran Monkeypox. Kita tidak boleh lengah sedikitpun, kita harus belajar dari kasus covid-19 tahun 2020 silam, dimana hampir semua masyarakat negeri ini tidak percaya dengan Covid-19, padahal saat bersamaan pada waktu itu, di Wuhan Cina tengah masif penyebaran covid-19.


Terkait dengan cacar monyet, secara umum semua usia berpotensi terkena virus ini, tetapi kelompok yang paling rentan terhadap Monkeypox adalah mereka yang berusia lebih muda, dalam hal ini anak-anak, karena di Afrika dan beberapa negara lainnya, kurang dari 10% kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak serta mereka yang berorientasi seks laki-laki dengan laki-laki ( LGBT ).


Gejala awal cacar monyet mirip dengan cacar biasa, meski lebih ringan. Seseorang yang terinfeksi monkeypox umumnya akan menunjukkan gejala 5-21 hari setelah terkena virus. Namun, pada beberapa kasus, masa inkubasi dapat lebih singkat, yaitu sekitar 7-14 hari.  Menurut WHO, ciri-ciri cacar monyet terbagi menjadi dua periode infeksi, yaitu Periode Invasi yang dimulai dari hari 0-5 setelah terpapar virus. Periode ini ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati, yaitu pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri pinggang, kehilangan tenaga, terasa lemas dan lelah.


Lalu masuk periode erupsi kulit, dimana terjadi 1-3 hari setelah muncul demam. Pada periode ini, tanda awalnya adalah munculnya ruam di wajah, tangan dan kaki, lalu menyebar ke seluruh tubuh, ruam ini juga dapat ditemukan pada mukosa mulut, area organ intim, dan mata.


Pemerintah sendiri melalui kementerian kesehatan cukup konsen terkait kewaspadaan penularan virus Monkeypox ini, di tengah penanganan covid-19 dan hepatitis akut, kementerian kesehatan secara massif memberikan informasi dan edukasi intens kepada masyarakat tentang bahaya virus Monkeypox, dan sebagai bukti keseriusan penanganan virus Monkeypox, Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran NOMOR : HK.02.02/C/2752/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Monkeypox di Negara Non Endemis. 


Tentu langkah ini perlu di apresiasi sekaligus di respon oleh semua lapisan masyarakat Indonesia untuk terus waspada, terutama untuk para praktisi atau tenaga kesehatan di fasilitas kesahatan seperti di rumah sakit, Puskemas, klinik kesehatan untuk gencar melakukan komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait pencegahan penularan penyakit cacar monyet.


Penularan penyakit cacar monyet ini tentu bisa di cegah sedini mungkin apabila seluruh lapisan masyarakat sadar dan memahami langkah-langkah pencegahannya. Adapun langkah pencegahan infeksi virus Monkeypox dapat di lakukan dengan berbagai cara, di antaranya :

1. Menghindari kontak langsung dengan hewan primata dan pengerat, seperti monyet dan tupai, atau orang-orang yang sedang terinfeksi.

2. Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer, terutama sebelum memasak atau mengolah makanan, sebelum makan, sebelum menyentuh hidung atau mata, dan sebelum membersihkan luka.

3. Menghindari berbagi penggunaan alat makan dengan orang lain, juga tidak menggunakan barang yang sama dengan orang yang terinfeksi cacar monyet.

4. Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi dagingnya.

5. Memasak bahan makanan, terutama daging, hingga matang.

6. Menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.


Tentu menjadi tanggung jawab kita bersama dalam pencegahan penyakit di negeri ini, kita tidak boleh jatuh di lubang yang sama seperti menghadapi covid-19, bingung, stress dan saling menyalahkan satu sama lain, kita tentu berkaca pada kasus covid-19, ribuan saudara-saudara kita harus kehilangan nyawa akibat terpapar covid-19 untuk itu jangan sampai terulang lagi, walaupun saat ini covid-19 belum berakhir, tapi tantangannya justru jauh lebih berat, kita sedang menghadapi covid-19, hepatitis akut dan cacar monyet secara bersamaan, kewaspadaan dan kehati-hatian justru berlipat-lipat, mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan untuk aktif menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, ikuti dan patuhi anjuran pemerintah dan tenaga kesehatan, untuk keselamatan kita, keluarga kita dan masyarakat di sekitar kita.

Adil