| Selamat datang di zona integritas KKP Kelas I Makassar | | Wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani | | Dilarang memberikan suap / gratifikasi dalam bentuk apapun | | Laporkan bila ada permintaan gratifikasi melalui menu WBS pada website ini | | Untuk kemudahan tentang informasi pelayanan KKP Makassar anda dapat mengakses pada menu SIMPEL-TA pada website ini atau whatsapp chatbot di link ini https://wa.link/dkf0b7 | | Selamat datang di zona integritas KKP Kelas I Makassar | | Wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani | | Dilarang memberikan suap / gratifikasi dalam bentuk apapun | | Laporkan bila ada permintaan gratifikasi melalui menu WBS pada website ini | | Untuk kemudahan tentang informasi pelayanan KKP Makassar anda dapat mengakses pada menu SIMPEL-TA pada website ini atau whatsapp chatbot di link ini https://wa.link/dkf0b7 |



JANGAN PANIK, TETAP WASPADA !!!, KKP KELAS I MAKASSAR WILKER PELABUHAN KHUSUS BIRINGKASSI SIAGA MENJAGA PINTU MASUK NEGARA TERHADAP MASUKNYA VARIAN BARU VIRUS COVID-19

Share


Pangkep. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar adalah unit pelaksana teknis Kementerian Kesehatan yang bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengemban tugas  pokok  dan  fungsi dalam mencegah masuknya penyakit karantina  dan  penyakit  menular  berpotensi  wabah baik di Pelabuhan, Bandar udara maupun Pos Lintas Batas Darat Negara,  dituntut  mampu menangkal risiko kesehatan yang mungkin masuk dari   Negara lain dengan   melakukan tindakan tanpa menghambat perjalanan dan perdagangan.


Upaya Kekarantinaan Kesehatan di pintu masuk dan wilayah dilakukan melalui kegiatan pengamatan penyakit dan faktor risiko kesehatan masyarakat terhadap alat angkut, orang, barang, dana atau lingkungan, serta respon terhadap kedaruratan kesehatan masyarakat dalam bentuk tindakan kekarantinaan kesehatan. Sejak pandemi Covid19 awal Januari 2020 KKP Kelas I Makassar Wilker Pelabuhan Khusus Biringkassi sudah melakukan pengawasan terhadap alat angkut, orang dan barang secara ketat baik kapal dari luar negeri maupun kapal dari dalam negeri. Adapun alat angkut kapal luar negeri yang dilakukan pengawasan dan pemeriksaan kedatangan kapal selama tahun 2020 adalah sebanyak 74 kapal dimana berasal dari negara terjangkit 58 kapal dan negara tidak terjangkit sebanyak 16 kapal dan keberangkatan kapal luar negeri sebanyak 90 kapal dengan negara terjangkit sebanyak73 dan dari negara tidak terjangkit sebanyak 17 kapal.

Untuk pengawasan terhadap orang pada kedatangan awak kapal dari luar negeri selama tahun 2020  adalah 1.322 orang dengan rincian dari negara terjangkit 1.108 orang dan dari negara tidak terjangkit sebanyak 214 orang dan pengawasan keberangkatan kapal dari luar negeri sebanyak 1.590 orang dimana berasal dari negara terjangkit sebanyak 1.343 orang dan dari negara tidak terjangkit sebanyak 247 orang.  Sedangkan selama Januari sampai dengan Mei 2021  dilakukan pengawasan dan pemeriksaan kedatangan kapal luar negeri sebanyak 28 kapal yang mana berasal dari negara terjangkit 28 kapal dan keberangkatan kapal luar negeri sebanyak 36 kapal dimana dari negara terjangkit sebanyak 36. Untuk pengawasan terhadap orang pada kedatangan awak kapal dari luar negeri selama Januari sampai Mei tahun 2021  adalah 526 orang dari negara terjangkit, dan pengawasan keberangkatan kapal dari luar negeri sebanyak 685 orang dari negara terjangkit.


Pemerintah terus melakukan pengawasan ketat pelaksanaan larangan mudik. Di tengah upaya menekan potensi penyebaran virus corona, pada awal bulan Mei pun Kementerian Kesehatan RI mengkonfirmasi adanya tiga varian jenis baru virus yang harus diwaspadai dan telah masuk ke Indonesia.

 

Varian Baru Virus Corona

Beberapa waktu terakhir, memang sejumlah negara tengah berjuang menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Dalam temuan terbaru, ada tiga varian jenis baru virus yang masuk kategori Varian of Concern (VoC) yang diwaspadai yakni B.117 dari Inggris, B.1351 dari Afrika Selatan, dan varian mutasi ganda dari India B.1617. 


Tingkat kewaspadaan terhadap penularan virus corona-19 perlu kembali ditingkatkan. Pasalnya, ada 3 varian baru virus corona yang telah masuk ke Indonesia. Di tengah upaya menekan potensi penyebaran virus Corona, pada awal bulan ini pun Kementerian Kesehatan RI mengkonfirmasi adanya tiga varian jenis baru virus yang harus diwaspadai dan telah masuk ke Indonesia.


Beberapa waktu terakhir, memang sejumlah negara tengah berjuang menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Dalam temuan terbaru, ada tiga varian jenis baru virus yang masuk kategori Varian of Concern (VoC) yang diwaspadai yakni B.117 dari Inggris, B.1351 dari Afrika Selatan, dan varian mutasi ganda dari India B.1617. 


Lalu, apa penyebab virus bermutasi? Dalam laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dijelaskan bahwa varian virus baru biasanya terjadi karena adanya mutasi yakni sedikit perubahan yang terjadi saat virus menggandakan dirinya. Ketika virus semakin tersebar luas dalam suatu populasi dan menyebabkan banyak infeksi maka potensi mutasi virus yang terjadi pun akan meningkat. Sehingga semakin banyak virus itu melakukan replikasi diri maka peluang perubahan yang terjadi juga semakin besar.


Saat ini, virus-virus dengan varian baru itu pun dikabarkan telah menyebar ke negara-negara lainnya termasuk Indonesia. Beberapa faktor yang menjadi penyebab penyebaran itu adalah mobilitas pergerakan masyarakat.


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dari hasil pemeriksaan per tanggal 30 April kasus varian baru di Indonesia telah tersebar di berbagai daerah yakni Varian B. 1617 ditemukan di Kepulauan Riau satu kasus, dan DKI Jakarta satu kasus, Varian B.117 ditemukan di Sumatera Utara dua kasus, Sumatera Selatan satu kasus, Banten satu kasus, Jawa Barat lima kasus, Jawa Timur satu kasus, Bali satu kasus, Kalimantan Timur satu kasus, Varian B. 1351 ditemukan di Bali satu kasus. Ketiga varian jenis baru virus Corona tersebut pun menjadi perhatian khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena dampak penularannya dinilai lebih besar.


Lalu apa yang dilakukan karantina kesehatan di pintu masuk negara (Pelabuhan Khusus Biringkassi)?

Pelabuhan Khusus Biringkassi sebagai pelabuhan khusus pemuatan Semen Tonasa baik itu semen klinker, semen curah, Semen Jumbo, maupun ukuran 40 dan 50 kg, menjadi pelabuhan pemuatan semen baik kapal domestik maupun kapal asing (kapal internasional). Mengantisipasi masuknya penyakit yang berpotensi menimbulkan kegawatdaruratan yang meresahkan dunia, maka KKP Kelas I Makassar Wilayah Kerja Pelabuhan Biringkassi melakukan pengawasan, pemeriksaan setiap kapal asing (Internasional) yang berlabuh di Pelabuhan Khusus Biringkassi. Sebelum kapal sandar di dermaga Pelabuhan Khusus Biringkassi terlebih dahulu Tim KKP Kelas I Makassar Wilayah Kerja Pelabuhan Khusus Biringkassi melakukan boarding ke Kapal Asing dan Domestik untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan baik terhadap alat angkut, orang dan barang. Setiap orang yang datang dari negara terjangkit melalui Pelabuhan Khusus Biringkassi.


Karantina kesehatan melakukan upaya antara lain : Screening (Penapisan) dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh (temperatur), pemeriksaan 02 dalam darah pada setiap awak kapal asing, Pemberian kartu kewaspadaan kesehatan (e-HAC), Pemberian informasi tentang Tata cara pencegahan, pengobatan, dan pelaporan suatu kejadian kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia, Pemeriksaan dokumen kesehatan kapal, Melakukan surveilans epidemiologi, Pemeriksaan sanitasi kapal, Pemeriksaan klinik kapal dan P3K, Pemeriksaan potensi bioterorisme di atas kapal, Pemeriksaan dokumen jenazah bila ada, Pemeriksaan ICV (international Certificate of Vaccination) Yellow Fever, Cholera, Polio dan Typoid.


Setiap penumpang wajib menunjukkan tiket, boarding pass, identitas diri beserta dokumen persyaratan lainnya. Khusus bagi penumpang yang berasal dari luar negeri harus melakukan PCR Test pada saat kedatangan di pelabuhan dalam negeri. Demikian juga awak kapal harus menunjukkan dokumen hasil pemeriksaan PCR Test dari negara Asal atau pelabuhan Asal Kapal tersebut. Berdasarkan pemeriksaan dan pengawasan selama wabah covid-19 di Indonesia pada kapal asing yang masuk ke Pelabuhan Khusus Biringkassi keadaan di pintu masuk Negara Pelabuhan Khusus Biringkassi Kabupaten Pangkep sampai saat ini  masih dalam Kondisi Aman dan Terkendali dari Covid 19 dan dilakukan pengawasan selama kapal tersebut beraktifitas di Pelabuhan Khusus Biringkassi,  semua awak kapalnya tetap berada di Kapal dan dilarang turun dari kapal selama pengisian Klinker Semen Tonasa.


Sebagai antisipasi penyebaran, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Penting bagi masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, antara lain memakai masker, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Sebanyak apa pun varian Virus Corona yang bermutasi, penularan bisa dihindari dengan cara disiplin protokol kesehatan. (EGO)