| BAGI ANDA PELAKU PERJALANAN YANG DATANG DARI NEGARA TERJANGKIT (MERS-COV, ZIKA, DLL) AGAR MELAPOR KE KANTOR KESEHATAN PELABUHAN DI BANDARA DAN PELABUHAN TERDEKAT | | PENDAFTARAN PELAYANAN VAKSINASI HANYA DENGAN SISTEM ONLINE MELALUI sinkarkes.kemkes.go.id | | KELENGKAPAN BERKAS DAN PERSYARATAN MCU SILAHKAN LIHAT PADA MENU LAYANAN | | PELANGGAN YANG TERHORMAT, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMAN ANDA, DALAM RANGKA MENDUKUNG PROGRAM BEBAS PUNGLI, KAMI MENERAPKAN SISTEM PEMBAYARAN ONLINE DI BANK ATAU KANTOR POS | | BAGI ANDA PELAKU PERJALANAN KE ARAB SAUDI, PASTIKAN ANDA TELAH DIVAKSIN MENINGITIS DAN MEMILIKI BUKU ICV ( International Certificate of Vaccination ) | | BAGI ANDA PELAKU PERJALANAN YANG DATANG DARI NEGARA TERJANGKIT (MERS-COV, ZIKA, DLL) AGAR MELAPOR KE KANTOR KESEHATAN PELABUHAN DI BANDARA DAN PELABUHAN TERDEKAT | | PENDAFTARAN PELAYANAN VAKSINASI HANYA DENGAN SISTEM ONLINE MELALUI sinkarkes.kemkes.go.id | | KELENGKAPAN BERKAS DAN PERSYARATAN MCU SILAHKAN LIHAT PADA MENU LAYANAN | | PELANGGAN YANG TERHORMAT, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMAN ANDA, DALAM RANGKA MENDUKUNG PROGRAM BEBAS PUNGLI, KAMI MENERAPKAN SISTEM PEMBAYARAN ONLINE DI BANK ATAU KANTOR POS | | BAGI ANDA PELAKU PERJALANAN KE ARAB SAUDI, PASTIKAN ANDA TELAH DIVAKSIN MENINGITIS DAN MEMILIKI BUKU ICV ( International Certificate of Vaccination ) |



Gejala COVID19 yang saya Rasakan!

Share


Tanggal 24 September 2020 pukul 11.51 Wita saya dapat pesan Whatsapp (WA) dari salah satu teman alumni petugas haji yang bertugas di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL- PP) Kelas I Makassar dan menginformasikan bahwa sampel swab saya yang diambil pada tanggal 15 September 2020 hasilnya POSITIF. Alhamdulillah saya tidak terlalu merespon berlebihan akan hasil itu, seikhlas mungkin saya besarkan hati menerima. Tidak panik, dan tetap santai sambil mulai packing untuk melanjutkan Isolasi di fasilitas kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah (saya memilih RSUD Kota Kendari). Sembari menunggu telepon dari Dinas Kesehatan Kota Kendari yang akan menginformasikan secara resmi hasil Swab saya, saya kemudian mengabarkan kepada istri dan kedua orang tua serta saudara melalui Group WA Keluarga. Dan terakhir melaporkan kepada atasan di kantor.

Sikap santai saya bukan tanpa alasan karena sejak muncul gejala saya sudah memposisikan diri sebagai pasien suspek Covid19 sehingga saya memutuskan untuk isolasi mandiri dengan tujuan melindungi orang-orang tercinta dan orang lain dari penularan virus.  Berusaha tidak stress dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti olahraga ringan di dalam rumah, nonton film/video lucu, serta perbanyak berdoa dan memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Memang berat diawal, tapi jangan sampai stress malah membuat tubuh menjadi drop, sistem imun menurun yang mungkin dapat memperparah kondisi. Salah satu yang terberat adalah menahan rindu pada anak dan istri serta keluarga. Akan tetapi dengan izin Allah SWT semua akan terlewati dan rindu kelak akan terobati.

Sebelumnya di tanggal 1 September 2020 saya mengalami demam ringan disertai meriang dan menggigil yang membaik keesokan harinya setelah minum Paracetamol (PCT), esoknya lagi saya kembali mengalami demam ringan pada sore hari dan saat itu sudah disertai dengan nyeri sendi dan sakit seluruh badan terasa sampai ke tulang (kalau kata mama saya demam tulang, obatnya Sprite campur susu)!

Pada tanggal 3 September 2020 baik demam maupun nyeri sendi dan nyeri badan sudah tidak terasa (mungkin karena pagi setelah makan minum obat Asam Mefenamat dan PCT). Kemudian memutuskan untuk masuk kantor dan terpaksa harus pulang pukul 11 pagi karena tiba-tiba badan terasa lemas dan mudah lelah. Setibanya di rumah langsung makan, minum susu dan istrahat.

Keesokan harinya tanggal 4 September 2020 muncul gejala berupa Anosmia (kehilangan kemampuan mencium bau) yang saya sadari ketika tidak bisa merasakan bau terasi dan kelapa sangrai saat hendak buat sarapan pagi. Berdasarkan informasi yang saya dapat bahwa keluhan tersebut merupakan keluhan yang SPESIFIK pada pasien Covid19 sehingga saya langsung memutuskan isolasi mandiri di rumah hari itu juga dan meminta anak istri serta mertua untuk pindah sementara ke rumah mertua di Mandonga.

Untuk meyakinkan bahwa keluhan yang saya alami ini adalah gejala Covid19, saya kemudian melakukan rapid tes pada keesokan harinya ditanggal  5 September 2020 dengan hasil Nonreaktif. Atas saran dari salah satu teman dokter alumni petugas haji (juga) saya kembali melakukan rapid tes pada tanggal 14 September 2020 dan hasilnya Reaktif. Karena reaktif dan disertai beberapa gejala yang saya sebutkan tadi saya kemudian diminta untuk mengambil sampel swab pada tanggal 15 September 2020.

Selama masa isolasi mandiri sampai dengan keluarnya hasil swab (4 - 24 September 2020) selain keluhan yang saya sebutkan tadi saya juga mengalami beberapa keluhan lain seperti lidah yang terasa pahit dan hanya bisa mengecap rasa asin dan manis, mulut terasa tidak enak seperti ada bau aneh yang sangat mengganggu apalagi saat bangun pagi dan makan. Beberapakali pernah batuk kering dan dada terasa nyeri seperti ditindis sesuatu yang berat serta nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum. Perasaan ada lendir dileher yang berusaha untuk dikeluarkan dengan batuk atau mengeden (ehem). Serta pernah sekali perut mules walau tidak sampai diare. ditambah dengan flu ringan dan hidung tersumbat.

Semua keluhan di atas membaik pada tanggal 13 September 2020 (Perasaan sudah sembuh). Obat obatan dan vitamin serta makanan yang saya konsumsi selama isolasi mandiri yaitu Antibiotik, Obat Batuk, Vitamin C, Imboost, Madu, Susu, Haubatussaudah, Telur, Daging, Tahu, Tempe, Sayur dan makanan lain baik yg saya olah sendiri maupun dibantu oleh Ojek Online.

Walaupun perasaan sembuh sejak 13 September 2020 tetapi pasca pengambilan sampel swab saya kembali flu dan bersin-bersin sampai tanggal 20 September 2020, setelah itu membaik. Kemudian kembali flu pada tanggal 23 September sampai hari ini (26 September 2020). Flu yang saya maksud disini bukan beringus kental tetapi keluarnya cairan bening dari hidung yang terasa sangat gatal disertai gatal pada mata yang menyebabkan produksi airmata meningkat. Hal itu juga yang membuat hidung saya tersumbat saat tidur. Keluhan ini berkurang ketika mengkonsumsi obat anti alergi.

Saat ini, selama dalam perawatan satu-satunya keluhan hanya hidung tersumbat, mungkin saja karena pengaruh AC yang dingin karena ketika saya berada di luar kamar tidak terasa hidung tersumbat.

*

Awal mula pandemi saya berfikir Covid19 ini berada jauh di Wuhan sana. Setelah ada masyarakat Indonesia yang terkonfirmasi positif saya masih anggap virus ini jauh di Jakarta sana. Akan tetapi sekarang saat jumlah masyarakat yg terkonfirmasi menembus angka 267 ribu orang ternyata saya adalah salah satunya. Menyesal? Pasti menyesal karena sering lalai menerapkan  protokol kesehatan. Kadang berfikir bahwa virus itu tidak ada pada orang-orang yang dekat dengan kita yang sudah sering berinteraksi baik itu keluarga, orang tua dan sanak saudara yang tidak tinggal serumah maupun rekan kerja dikantor. Ditempat dan dikesempatan bertemu dengan mereka kadang saya sendiri sudah kurang memperhatikan protokol kesehatan khususnya menggunakan masker. Lalai, itulah kata yang paling tepat untuk saya saat itu yang kadang masih kurang peduli pada anjuran pemerintah, minimal menggunakan masker ditempat yang saya anggap tidak ada virus corona disana, padahal kita sama-sama tahu bahwa, kita tidak dapat mendeteksi keberadaan virus tersebut. Kita hanya bisa mencegahnya masuk ke tubuh kita dengan menerapkan protokol kesehatan. Beda hal dengan upaya preventif yang saya lakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh yang sangat peduli saya lakukan. Asupan nutrisi seperti buah, vitamin dan susu rutin saya konsumsi. Tapi kembali lagi bahwa takdir Allah tidak akan pernah salah. Saya selalu yakin ada hikmah disetiap peristiwa. Paling tidak bahwa sakit ini adalah pengugur dosa.

Untuk itu kepada semua teman-teman yang khawatir akan kondisi kesehatanya dimasa pandemi ini. Tolong perhatikan protokol kesehatan yang saya yakin pasti kita semua sudah memahaminya. Pakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak. Jangan lagi ada orang-orang yang bersuara lantang menebarkan kebohongan bahwa Covid19 ini adalah konspirasi, karena Covid19 itu nyata bahkan ada dekat disekitar kita saat ini. Kalau masih tidak peduli, mungkin tinggal tunggu waktu saja virus ini bersamamu, sama seperti saya saat ini! Kalau kamu pribadi tidak percaya dengan penyakit ini, tolong jangan pengaruhi orang lain untuk tidak percaya sehingga mereka mengabaikan imbauan pemerintah. Satu orang yang tidak menerapkan protokol kesehatan bertemu dengan orang lain yang masih sering lalai protokol kesehatan bisa jadi saat itu menjadi moment penularan virus ini. Seorang suami/istri yang yang mungkin sudah cukup patuh protokol kesehatan berinteraksi dengan orang lain yang tidak kita ketahui status kesehatannya bisa jadi itu merupakan awal penularan virus ini kepada keluarganya di rumah karena bisa jadi ketika sampai dirumah kita sudah mulai tidak peduli dengan protokol kesehatan.

Untuk teman-teman yang saat ini sedang di Rawat di Rumah Sakit (termasuk saya sendiri) maupun fasilitasi tempat karantina yg sudah disiapkan pemerintah, tetap semangat dan terus berdoa semoga segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dan bisa kembali beraktivitas serta berkumpul bersama keluarga tercinta, dan semoga pandemi ini segera berakhir. Cukup kita saja yang dirawat jangan sampai kita menularkan kepada orang lain terlebih kepada orang-orang yang kita cintai.

Untuk teman-teman yang merasa punya gejala yang sama seperti gejala yang saya alami. Tolong jangan anggap biasa, jangan egois atau berfikir keluhan yang kalian rasakan adalah hal biasa yang akan sembuh dengan sendirinya sehingga kalian enggan melaksanakan isolasi mandiri dan masih leluasa berinteraksi kesana kemari, dengan sadar ataupun tidak kalian telah membagi virus itu kepada orang lain bahkan mungkin orang yang kalian cintai. Segera konsultasikan kepada dokter atau tenaga kesehatan. Ceritakan dengan detail keluhan yang kalian alami dan jangan ada yang ditutup-tutupi, biarkan dokter membantu anda, ikuti saran dan petunjuk dari dokter untuk kebaikan kalian dan kita semua.

Untuk teman-teman yang masih diberikan nikmat kesehatan oleh Allah, pertahankan sikap dan kepatuhan kalian dalam menyikapi pandemi ini. Jangan lalai dan menyepelekan protokol kesehatan. Ikuti anjuran pemerintah, dan bantu doakan saudara-saudari kita yang masih berjuang untuk sembuh dari Covid19 serta kirim dukungan positif kepada tenaga kesehatan yang dengan sabar memasang badan dengan segala resiko untuk membantu melawan musuh yang tak terlihat ini.

Terkhusus untuk Pemerintah. Bekerjalah dengan Ikhlas untuk memutus mata rantai penularan ini. Yakinkan kepada masyarakat bahwa kalian serius menanggulagi pandemi ini. Sudah cukup banyak korban bahkan tenaga kesehatan yang sama-sama kita sebut pahlawan kemanusiaan garda terdepan. Buatlah kebijakan dan aturan yang yang dapat melindungi masyarakat. Bekerjalah sesuai pedoman dan SOP yang sudah kalian tetapkan sehingga masyarakat mendapatkan kepastian pelayanan. Kami masyarakat selalu mendoakan kepada pemimpin-pemimpin kami agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan dan ketabahan untuk sama-sama kita usir virus corona dari negara kita tercinta.

Dimasa pandemi ini kita wajib merasa curiga pada diri sendiri ketika merasa sakit dengan keluhan dan gejala yang hampir sama bahkan mirip dengan gejala orang lain yang pernah kita ajak berinteraksi. Kewaspadaan ini Insyaallah dapat menekan penularan karena akan menimbulkan perilaku pencegahan dengan segera melakukan Isolasi Mandiri sambil berkomunikasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

INGAT...! Covid19 adalah penyakit dan bukan aib. Jangan kucilkan pasien Covid19, beri mereka semangat, doakan mereka segera sembuh. Setiap orang bisa saja terpapar dan menularkan ke orang lain tanpa disadari, selama orang tersebut masih berinteraksi dengan orang lain. Karena virus ini tidak terlihat. Kita tidak bisa meyakinkan dimana virus ini berada pada siapa dan melekat dimana. Kita hanya bisa memproteksi diri agar virus ini tidak masuk ke dalam tubuh kita dengan cara menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan imun serta memohon perlindungan dari Allah Azza Wa Jalla.  
.
Mohon maaf apabila ada kata atau kalimat yang kurang berkenan. Tulisan ini hanya berisi pengalaman pribadi saya tentang gejala Covid19 yang saya alami. Jika ada informasi yang tidak sesuai atau tidak benar saya mohon dimaafkan. Namun jika menurut kalian informasi ini bermanfaat. Silahkan disebarkan kepada yang lain.

Rusman Farid, 2020
Pasien Terkonfirmasi Positif Covid19 pada hari Kamis, 24 September 2020
Saat ini sedang dalam perawatan di RSUD Kota Kendari oleh tenaga kesehatan yang luar biasa ikhlas dan peduli (Allah yang akan membalas)

_____terima kasih_____